Nasehat Terakhir Abu Panton Di MUDI

Nasehat Terakhir Abu Panton Di MUDI Saat itu jam sudah menunjuki pukul 2 malam, tetapi Abu Panton masih terus menyampaikan nasehat dan mauidhah terhadap seluruh santri MUDI, baik yang masih belajar maupun yang sudah alumni. Disamping banyak menyampaikan nasehat abu juga banyak menyampaikan kisah beliau bersama Abon ketika masih belajar di ma’had. Ketika menceritakan hal ini tidak ada seorang pun yang tidak terharu, bahkan banyak yang tidak sanggup menahan air mata.


Ada satu jam lebih abu berbicara di hadapan hadirin yang memadati halaman masjid, beliau berbicara dengan penuh semangat, khusyu’ dan hikmah. Rasanya ini merupakan hal yang paling bermakna dari peringatah HAUL tahun ini disamping hasil mubahatsah tentunya.

Kisah beliau bersama Abon.

Diatara kisah beliau bersama Abon adalah pada suatu malam beliau mutalaah kitab mazahibul arbaah di dalam balee beuton, tanpa beliau sadari beliau tertidur dengan kitab diatas dadanya. Ketika sudah larut malam beliau terbangun dan beliau terkejut ketika mendapati Abon sedang duduk di dekat kepalanya. Spontan beliau bangun dan bertanya kepada Abon,

“ padum na trep ka teungku duk inoe” ? saat itu Abon masih dipanggil teungku.

Abon menjawab, “ kalon puteng rukok” !

Abu terkejut ketika melihat puntung rokok sudah banyak dalam asbak dimana ini membuktikan bahwa Abon sudah lama duduk menemaninya tidur.

“ peu kitab nyan “ ? Tanya Abon selanjutnya seraya menunjuki ke arah kitab yang ada pada abu,

“ kitab mazahibul arbaah teungku, geupeugah taleuk 3 sigoe kheun jatuh satu”. Jawab abu.

“ nyan salah “. Komentar abu selanjutnya.

Mendengar komentar Abon demikian abu merasa penasaran, sehingga beliau bertanya,

“ meunye memang salah peu alasan, inoe kameutuleh lagee nyo”.

“ pokok jih nyan salah, kapateh mantong peu yang lon peugah” jawab Abon seraya mondar mandir dalam balee beuton sambil mengapit-ngapitkan kitab mazahibul arbaah yang ada di tangannya. Dengan jawaban Abon yang demikian abu merasa tidak ada yang perlu ditanyakan lagi dan meyakini saja apa yang dikatakan Abon. Tetapi yang lebih mengherankan, kata abu, adalah sambil jalan tersebut, Abon banyak mengucapkan kata-kata seperti orang surah kitab, tetapi abu tidak mengerti satupun maksudnya.

Kapan beliau tahu kebenaran yang telah disampaikan Abon yaitu ketika beliau menunaikan ibadah haji ke baitullah dan membeli satu kitab hadits yang di dalamnya termaktub semua surah yang Abon jelaskan sambil jalan beberapa tahun yang lalu. Pada hal kitab tersebut tidak ada dalam maktabah Abon. Ini berarti jangankan Abon pernah memutala’ah kitab tersebut, mungkin melihatpun tidak. Menurut abu ini adalah salah satu bukti bahwa Abon banyak mendapat ilham dari Allah SWT. masyaAllah.

Ini hanya sepenggal kisah dan isi pidato beliau saat itu, kami sangat menyesal tidak sempat menulis semuanya, padahal tidak satupun perkataan beliau yang sia-sia. Memang dari nada perkataan dan nasehat beliau itu kami mendapat firasat itu yang terakhir ingin beliau sampaikan. Sering abu menghadiri HAUL dan Bahstul Masail tapi tidak pernah beliau memberikan nasehat sedemikian mengharukan dan penuh hikmah. Cuma saat itu kami tidak berani mengatakan yang macam-macam karena setiap perkataan itu adalah doa. Sedangkan tidak sedikitpun keinginan kita untuk berpisah dengan beliau. Tapi bagaimanapun kita berkehendak hanya Allah SWT yang memutuskan.

(Sumber : http://islamiccenterr.blogspot.com/2013/04/nasehat-terakhir-abu-panton-di-mudi.html)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar