Puasa Sunnah (puasa Asyura) 9 - 10 Muharram, Anjuran Rasulullah

Beberapa hari yang telah lalu, tahun baru islam telah berganti menjadi 1433 H. Semakin menuntut kita sebagai umat muslim untuk semakin meningkatkan ketaqwaaan kita kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Dan dibulan ini ada suatu ibadah sunnah yang jika dilakukan akan menghapuskan dosa yang lalu. Diriwayatkan dari Abu Qatadah ia berkata, “Suat hari Rasulullah ditanya tentang fadhillah puasa hari ‘Asyura. Beluai bersabda, “Puasa ‘Asyura itu menghapus dosa setahun yang lalu”. (HR. Muslim). Adalah Rasulullah telah memberikan anjuran kepada kita untuk melaksanakan puasa sunnah pada bulan Muharram pada tanggal 9-10 Muharram. Dapat dilihat dari hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata, Hari Asyura adalah hari dimana orang-orang Arab Quraisy pada masa jahiliah berpuasa, Rasulpun juga berpuasa, maka ketika beliau hijrah ke Madinah beliau masih berpuasa, ketika turunnya kewajiban puasa dibulan Ramadhan beliau bersabda : “Siapa yang mau berpuasa (puasa Asyura) maka berpuasalah, dan siapa yang tidak berpuasa maka tidak apa-apa”. (HR. Bukhori dan Muslim).
Orang-orang Yahudi juga merayakan hari ‘Asyura itu dengan berpuasa karena pada hari itu Allah telah menyelamatkan Nabi Musa serta Nabi Isma’il dari musuh-musuh mereka. Diriwayatkan dari ibnu Abbas ia berkata, “Ketika Nabi hijrah keMadinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa ‘Asyura, lantas beliau menanyakan kepada mereka, ” Puasa apa ini ?”, lantas mereka menjawab, hari ini adalah hari kebaikan dimana Nabi Musa dan Bani Israil telah diselamatkan Allah dari musuh maka Musa pun berpuasa. Rasulpun bersabda, “Aku lebih berhak berpuasa seperti hanya Musa daripada kalian !” “Maka Rasulpun berpuasa serta memrintahkan kepada umatnya untuk berpuasa”. (HR. Bukhori dan Muslim).
Lalu ketika sebagian dari laum muslimin meminta kepada Rasul untuk mengkhususkan bagi kaum muslimin dari kaum yahudi. Peristiwa ini dicatat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : “ketika Rasulullah berpuasa hari ‘Asyura (10 Muharram) dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa, mereka bertanya, “Wahai Rasul, sesungguhnya hari ‘Asyura itu adalah hai yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani ” Rasulullah menjawab ; “Insya Allah ditahun depan kita akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu’a) Ibnu Abbas berkata, “Belum lagi datangnya tahun depan Rasul pun wafat”. (HR. Muslim dan Abu Daud).
Dari penjelasan beberapa hadits diatas dapatlah disimpulkan suatu hukum bahwa berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh tiap bulan Muharram adalah sunnah, karena Rasul juga tidak melarang kaum Muslimin pada waktu itu untuk berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Wallahu a’lam bisshowaab.
Maka dari itu, patutlah bagi kita selaku umat muslim yang mencintai sunnah Nabi yang mulia agar tidak menyia-nyiakan keistimewaan dari puasa sunnah ‘Asyura ini. Mengingat begitu besarnya keutamaan dan fadhillah dari puasa tersebut. Semoga allah mengampuni dosa-dosa kita semua yang telah lalu.
(Sumber:http://syabaabussunnah.wordpress.com/2008/01/15/fiqih/)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar