Narit Maja

Bèk tapeusabé haih ngön jeungkai
Artinya:
‘Jangan menyamakan ukuran hasta dengan jengkal’
Jangan menyamakan diri kita dengan orang tua-tua.
Pribahasa ini memberi nasihat kepada anak-anak agar tidak ikut serta dalam pembicaraan orang tua-tua.

Geutanyoe koh bak manè, gob peugöt rumoh
Artinya:
‘Kita yang menebang pohon kalaban, orang lain yang dirikan Rumah’
Kita yang berusaha, orang lain yang mengambil hasilnya.
Pribahasa ini memberi nasihat kepada kita agar tidak mengambil keuntungan dari hasil kerja orang lain.

Jaroe uneun tak, jaroe wie tarék
Artinya:
‘Tangan kanan mencincang, tangan kiri menarik’
Saling membantu dalam mengerjakan sesuatu. Pribahasa ini menganjurkan kepada kita agar saling membantu dalam mengerjakan sesuatu. Dengan adanya kerja sama segala pekerjaan dapat dikerjakan dengan mudah.

Laén krueng laén lingkôk, laén leubôk laén buya
Artinya:
’Lain daerah lain adat istiadatnya, lain sungai lain lekoknya’
Pribahasa ini memberi nasihat kepada kita untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan daerah tempat kita berada.

Meungnyö hana gatai, bèk tagarô
Artinya:
‘Kalau tidak gatal jangan digaruk’
Kalau tidak diundang, jangan datang
Kalau tidak diminta jangan diberi
Kalau tidak disuruh, jangan dikerjakan
Pribahasa ini memberi nasihat kepada kita agar kita jangan melakukan sesuatu kalau tidak diminta.

Meuka tamanoe, beurata basah
Artinya:
‘Kalau mandi seluruh badan harus basah’
Kerjakanlah sesuatu dengan sungguh-sungguh dan sempurna.
Pribahasa ini menasihati kita agar kita dalam mengerjakan sesuatu itu secara sungguh-sungguh dan sempurna.

Sulét keu pangkai, kanjai keu laba
Artinya:
‘Kebohongan untuk modal, malu untungnya’
seseorang yang suka berbohong akan mendapat malu.
Pribahasa ini memberi nasehat kepada kita agar kita tidak berbohong, kalau suka berbohong akan mendapat malu.

Bak duek mupayéh, bak éh meupaya
Artinya:
‘Tempat duduk belepotan, tempat tidur berlumpuran’
orang malas dan jorok/kotor
Pribahasa ini memberi nasehat agar kita rajin membersihkan tempat tidur dan lingkungan kita.

Nibak putôh get geunteng
Nibak buta get juléng
Nibak rö get meutunggeng
Artinya:
‘Daripada putus lebih baik genting’
‘Daripada buta lebih baik juling’
‘Daripada tumpah lebih-baik miring’
Jangan berputus asa apabila belum mendapatkan yang maksimal. Pribahasa ini memberi nasehat kepada kita agar jangan cepat putus asa apabila usaha kita belum mendapatkan hasil yang maksimal sebagaimana yang kita harapkan.

Su lagèe leumo röt ibôih
Artinya:
‘Suaranya bagai lembu makan daun lontar’
Tutur katanya kasar dan tidak sopan. Pribahasa ini menasehati kita agar kita selalu bertutur kata yang sopan, dengan suara yang santun kepada siapa saja lebih-lebih kepada orang tua.

Angèn pôt, raga prèh
Artinya:
‘Angin bertiup, keranjang menunggu’
Tidak memperdulikan nasehat yang diberikan Pribahasa ini menggambarkan sikap anak-anak yang tidak mendengar nasehat orang tua atau gurunya.

Teulah sithon bak ureueng meugoe, teulah siuroe bak uerueng meurusa
Artinya:
‘Sesal setahun bagi orang bertani, sesal sehari bagi orang berburu rusa’
Peringatan supaya kita jangan membuang-buang waktu. Orang yang membuang-buang waktu itu akan rugi.

Tamumat bak cubeueng thô
Artinya:
‘Berpegang pada dahan kering’
Mengharap pertolongan pada orang yang tidak mampu untuk memberikan pertolongan.

Nibak ro lam naleueng bah ro lam tika
Artinya:
‘Dari pada tumpah dalam rumput, biarlah tumpah dalam tikar’
Daripada mengalami kerugian besar lebih baik menderita kerugian kecil.

Sidroe pajôh boh panah, bandum mieuligan geutah
Artinya:
‘Seorang yang makan nangka, semua lsena getahnya’.
Seorang yang membuat kesalahan, semua terlibat dalam kesalahan itu.

Taplè sira u laôt
Artinya:
‘Menuangkan garam ke laut’
Menanam budi kepada orang yang tak memerlukan atau memberi derma kepada orang kaya.

Dum ék tasom, nyangkh’ieng mubèe chit
Artinya:
Bagaimana pun disembunyikan, memperlihatkan kirniskinan.
Kalau kita kaya jangan memperlihatkan kekayaan, rendah hati dan selalu hidup sederhana.

Lagée klah ngon plien
Artinya:
‘Seperti simpai dengan plien.
Dua orang bersahabat yang tak dapat dipisahkan.

Lagée jen sibah abin
Artinya:
‘Seperti jin berpayudara sebelah’
Dikiaskan kepada orang yang amat durjana.

Muka-muka meutamèh adén, gob meukawen jih meujaga
Artinya:
‘Muka seperti tiang berlumpur, orang yang kawin dia yang berjaga’
Orang yang cemburu terhadap orang lain karena kegesitan orang itu dalam mengerjakan sesuatu pekerjaan.

Nyang patöt aduen bèk takheuen adoe, nyang patöt mentroe, bèk takheun raja
Artinya:
‘Yang patut abang jangan dikatakan adik, yang patut menteri jangan dikatakan raja’

Tuhaa adoe nibak aduen
Artinya:
‘Tua adik dari pada abang’
Orang yang berusaha mengurangi sesuatu kesulitan, malahan bertambah kesulitan dan penderitanya.

Lagèe aduen ngon adoe
Artinya:
Bagai abang dengan adik’
Kepada dua orang pemuda sebaya yang intim pergaulannya serta setia pula.

Saboh leuek saboh siwah,’oh di cuprak putoh taloe
na sidroe-droe hamba Allah, ija beukah han di thèe droe
Artinya:
‘Seekor balam seekor rajawali, sayap dibuka tali putus, ada seorang hamba Allah, kain robek tidak tahu diri’
Orang yang cacat mentalnya, menonjolkan diri sebagai orang megah.

Lagée aneuk hana ma
Artinya:
‘Seperti anak tidak beribu’
Dikatakan kepada anak-anak yang tidak ada yang mengasuhnya, hingga tidak ada yang mengurusnya, baik badan dan pakaian, maupun akhlak dan budi pekertinya.

Pat ék tabeureukah aneuk panah
Artinya:
Kemauan orang yang berbeda-beda itu, sukar dapat disatukan, apabila dikerjakan juga sia-sia.

Peudeuk aneuk droe putroe aneuk gob
Artinya:
‘Mengeyangkan anak orang, melaparkan anak sendiri’
Orang yang tidak menghiraukan keadaannya sendiri, dan keadaan rumah tangganya. Yang diperhatikan adalah rumah tangga orang lain. Ia berusaha menguntungkan orang lain walaupun is sendiri rugi.

(sumber:http://maa.acehprov.go.id/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=39&Itemid=94)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar