Fadhilah (Keutamaan) dan Kedudukan Orang Yang Berdzikir

Al Hafiz Ibnu Qayyim, seorang ulama hadist yang terkenal, menulis sebuah risalah “Alwabilush” yang berisi berbagai penjelasan mengenai keuntungan dzikir. Dalam risalah itu beliau berkata “Dzikir mempunyai lebih dari 100 faedah", dan 79 diantaranya beliau tuliskan dalam risalah itu. Berikut ini 66 di antara fadhilah tersebut:

1. Dzikir menjauhkan setan dan meghancurkan kekuatannya.

2. Dzikir mendatangkan keridhaan Allah.

3. Dzikir menjauhkan duka cita dari hati manusia.

4. Dzikir dapat mengembirakan hati.

5. Dzikir menguatkan badan dan meperindah sanubari.

6. Dzikir adalah cahaya hati dan wajah.

7. Dzikir adalah penarik rizki.

8. Orang yang berdzikir akan dipakaikan kepadanya pakaian kegagahan dan kemegahan, sehingga orang yang yang melihatnya akan merasa gentar dan damai.

9. Dzikir melahirkan cinta sejati kepada Allah SWT karena cinta merupakan ruh Islam, jiwa agama, dan sumber kejayaan dan kebahagiaan. Barangsiapa ingin mendapatkan cinta Ilahi, maka hendaklah ia berdzikir sebanyak-banyaknya, sebagaimana belajar dan mengulangi ilmu merupan pintu ilmu, demikian pula Dzikirullah merupakan pintu cinta Ilahi.

10. Dzikir mendatangkan hakekat muraqabah dan muraqabah itu membawa seseorang kepada martabat ihsan. Dengan martabat ihsan seorang manusia dapat beribadah kepada Allah seolah-olah ia melihat Allah (inilah derajat terkhir para ahli sufi).

11. Dzikir Dzikir membawa seseorang untuk menyerahkan diri sebulat-bulatnya kepada Allah. Dengan demikian lama kelamaan setiap urusan dan setiap keadaan akan dikembalikan kepada Allah dan Allah menjadi pelindung dan penolongnya.

12. dzikir membawa seseorang kepada taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Jika Dzikir bertambah banyak, maka dengan sendirinya ia bertambah dekat kepada Allah SWT Sebaliknya, jika ia bertambah lalai maka ia bertamah jauh dari Allah.

13. Dzikir membukakan pintu ma’rifat kepada Allah SWT.

14.Dzikir melahirkan keagungan dan kehebatan Allah SWT didalam hati seseorang dan melahirkan semangat untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

15. Dzikir menyebabkan seseorang diingat oleh Allah SWT seperti diisebutkan dalam alQuran: “Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu….. (QS. al-Baqarah ayat 152).Dan diterangkan pula didalam hadist “Barang siapa menginggat aku dalam hatinya, maka Aku menginggatnya dalalm hati-Ku”.

16. Dzikir menghidupkan hati. Hafizh Ibnu Taimiyah rah.a mengatakan bahwa pengaruh Dzikirullah untuk menghidupan hati adalah seperti pengaruh air terhadap kehidupan ikan.

17. Dzikir adalah santapan hati dan ruh. Apabila keduanya tida kmendapatkan santapan, maka bagaikan badan tidak mendapatkan makanan.

18. Dzikir membersihkan hati dari karat seperti disebutkan dalam hadist, bahwa sesuatu akan berkarat dan kotor. Sedangkan karat hati adalah kelalaian dan nafsu yanga tidak dapat dibersihkan kecuali dengan dzikir.

19. Dzikir dapat menghapuskan dosa dan maksiat.

20. Dzikir menghapuskan keraguan seseorang terhadapa Allah SWT Sebenarnya hati orang orang lalai itu diselubungi oleh keraguan dan kegelisahan terhadap Allah.

21. Apabila seorang hamba berdzikir, maka empat penjuru Arasy Ilahi akan berdzikir kepadanya.

22. Barangsiapa ingat kepada Allah ketika senang, maka Allah akan menginggatnya ketika ia dalam kesusahan.

23. Dzikir melepaskan orang yang melakukannya dari adzab Allah SWT.

24. Dzikir menyebabkan turunnya sakinah dan para malaikat, mengelilinginya.

25. Majelis Dzikir adalah majelis para malaikat, sebaliknya majelis lalai majelis setan. Kini terserah masing-masing, majelis manakah yang disukai.

26. Majelis zikir adalah majelis para malaikat, sebaliknya majelis lalai adalah majelis setan.ini terserah masing-masing majelis manakah yang disukai dan yang akan disertainya.

27. Zikir menyebabkan orang yang melakukannya dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang berbahagia dan demikian pula orang-orang yang mendampinginya. Sebaliknya orang yang melalaikan zikir akan dicampakkan kedalam kecelakaan.

28 Orang yang suka berzikir akan dipelihara dari bencana dan penyesalan pada hari Kiamat. Seperti disebutkan dalam sebuah hadits bahwa setiap mejelis yang tidak diisi dengan zikrullah akan mendatangkan kerugian dan penyesalan pada hari kiamat.

29. Jika seseorang berzikir sambil menangis dalam keadan bersunyi diri, maka pada hari kiamat ia akan ditempatkan di bawah naungan Arasy Ilahi di mana pada hari itu manusia menjerit-jerit dan berteriak karena kepanasan yang sangat menyiksa.

30. Orang yang menyibukkan dirinya dengan berzikir, maka Allah akan mengaruniakan kepadanya lebih daripada orang yang memohon kepada-Nya. Dalam sebuah hadits disebutkan, Allah SWT berfirman, ” Barangsiapa yang sibuk berzikir kepada-Ku sehingga tidak ada kesempatan berdoa kepada-Ku, maka Aku mengaruniakan kepadanya sesuatu yang lebih baik daripada yang Aku berikan kepada orang-orang yang berdoa kepada-Ku.”

31. Sungguhpun zikir merupakan ibadah yang ringan dan mudah, namun memiliki fadhilah dan keutamaan yang lebih besar daripada seluruh ibadah karena menggerakkan lidah itu lebih mudah daripada menggerakkan badan.

32. Zikir merupakan benih di dalam surga.

33. Nikmat yang dianugerahi Allah kepada oarang yang berzikir tidak diberikan melalui amalan-amalan lain.

34. Seseorang yang selalu berzikir secara istiqamah akan diselamatkan dari lupa diri yang menyebabkan kecelakaan dunia dan akhirat. karena melupakan diri sendiri berarti melupakan Allah dn bagi yang melupakan Allah akan dicampakkan dalam kerugian. Seseorang akan merasakan keamanan dan ketenangan apabila ia membasahi lidahnya dengan berzikir sehingga ia mencintai zikir sebagaimana orang yang sedang kehausan merindukan air, atau ia mencintai makanan ketika sedang lapar.Bahkan zikrullah lebih penting lagi karena tanpa zikir, maka ruh dan hati akan binasa.

35. Dengan zikir seseorang akan mencapai kemajuan dan kejayaan secara berkesinambungan, bahkan ketika ia sedang beristirahat atau berada di pasar, ketika ia sibuk menikmati kehidupan di dunia dalam keadaan sehat dan sakit.

36. Nur zikir senantiasa bersama oang yang berzikir baik di dunia maupun di alam kubur dan memimpin di titian shirath. Pendek kata ia tak berpisah dimanapun. Diperingati oleh Allah dalam alQuran : “Dan apakah orang yang mati, kemudian kami hidupkan dan kami berikan kepadanya cahaya yang terang yang dengan cahaya itu ia berjalan di tengah-tengah manusia, akan sama halnya dengan orang yang berada dalam gelap gulita dan tidak mungkin keluar darinya (QS. al-An’am ayat 122)….Orang yang pertama ialah yang beriman kepada Allah yang hatinya bersinar cemerlang dengan cinta dan zikirnya. sedangkan yang kedua ialah orang kosong dari sifat-sifat tersebut. Nur adalah rahmat yang sangat agung, ia membawa kepada kemenangan.. Maka dengan mengikuti nur itu amal perbuatan seseorang akan bercahaya terang benderang, sehingga amal baiknya dibawa ke langit dan didapati padanya cahaya seperti cahaya matahari dan nur seperti itu akan terlihat pada wajahnya pada hari Kiamat.

37. Zikir adalah intisari ilmu tasawuf, yang diamalkan oleh setiap ahli thariqat. Jika telah terbuka pintu zikir bagi seseorang berarti telah terbuka baginya jalan menuju Allah. Barangsiapa menuju kepada Allah niscaya ia akan mendapatkan segala yang dikehendakinya.karena tidak berkurang apapun pada khazanah Allah.

38. pada hati manusia ada satu bagian yang tidak subur kecuali dengan zikrullah. Apabila zikir telah menguasai hati, bukan hanya ia akan menyuburkan hatinya aja melainkan juga memberikan kehidupan yang makmur walaupun tidak berharta, memuliakannya walaupun ia tidak mempunyai pangkat, dan menjadikannya penguasa walaupun ia tidak mempunyai kerajaan. Sebaliknya bagi orang yang lalai terhadap zikir, akan dihinakan walaupun ia memiliki harta benda, keluarga ataupun kerajaan.

39. Zikir mempersatukan yang telah terpisah dan memisahkan yang telah bersatu, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Yaitu hati manusia yang diselubungi oleh berbagai keraguan, dukacita, dan kegelisahan akan dijauhkan dan diganti dengan ketentraman dan ketenangan jiwa. Zikir membersih hati yang dikuasai pleh perbuatan-perbuatan keji. Zikir memisahkan manusia dari godaan bala tentara setan. akhirat yang jauh akan didekatkan, sedangkan dunia yang dekat akan diajuhkan.

40. Zikir menggerakkan hati manusia yang tidur dan menyadarkannya dari kelalaian. Selama hati dan jiwa manusia sedang tidur, maka selama itu ia mengalami kerugian demi kerugian.

41. Zikir adalah sebuah pohon yang buahnya adalah marifat. Menurut istilah para ulama tasawuf, pohon itu menghasilkan bauah ahwal dan maqamat. Semakin banyak zikir semakin kukuh akar pohon itu, semakin kukuh akarnya semakin banyak buah yang dihasilkannya.

42. Zikir mendekatkan kepada Zat Yang Maha Suci. Sehingga ia selalu disertai-Nya, sebagaimana disebutkan dalam al Quran, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang takwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. an-Nahl ayat 128). Diterangkan dalam sebauh hadits qudsiy, “Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku.” Dalam sebuah hadits qudsi lainnya disebutkan bahwa Allha berfirman, “Orang yang mengingat Aku adalah orang-Ku, Aku tidak menjauhkannya dari rahmat-Ku. jika mereka bertaubat dari dosa-dosa mereka, maka aku menjadi kekasih bagi mereka tetapi sebaliknya jia mereka tidak bertaubat maka Aku menjadi juru rawat bagi mereka, lalu Aku mencampakkan mereka kedalam kancah penderitaan supaya Aku membersihkan mereka dari dosa-dosa.” Penyertaan Allah yang dapat dicapai dengan terus-menerus berzikir adalah penyertaan yang tidak ada bandingannya. hakekatnya tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, karena kenikmatan dalam arti yang sesungguhnya hanya dapat dirasakan oleh orang yang telah mencapainya.

43. Pahala zikir sebanding dengan memerdekakan hamba sahaya, sebanding dengan membelanjakan harta, dan sebanding dengan berjuang di jalan Allah.

44. Yang paling mulia diantara orang-orang yang bertakwa di sisi Allah ialah yang selalu sibuk dengan berzikir karena hasil takwa adalah surg dn hasil zikir adalah peyertaan Allah SWT.

45. Pada hati manusia ada semacam kekerasan yang tidak dapat berubah menjadi lembut kecuali dengan berzikir.

46. Zikir adalah obat bagi penyakit hati.

47. Zikir adalah sumber persahabatan dengan Allah, sebaliknya lalai adalah sumber permusuhan dengan Allah.

48.Tidak ada yang menambah nikmat Allah dan menyelamatkan dari adzab-Nya kecuali zikrullah.

49. Allah akan menurukan rahmat-Nya kepada orang-orang yang berzikir dan para malaikat mendoakan mereka.

50. Allah swt membanggakan orang-orang yang berzikir di hadapan para malaikat.

52. orang yang selalu berzikir, ia akan memasuki surga sambil tersenyum.

53. Segala amal telah ditetapkan semata-mata untuk zikrullah.

54. Amalan paling afdhal adalah amal yang disertai dengan zikir sebanyak-banyaknya. Puasa yang afdhal adalah puasa yang disertai dengan zikir sebanyak-banyaknya.

55.Zikir merupakan pendorong bagi ibadah-ibadah yang lain. Dengan memperbanyak zikir, ibadah-ibadah menjadi mudah dan dilakukan dengan senang hati. Dengan zikir akan terasa kenikmatan ibadah, sehingga segala keberatan an kesukarannya tidak akan terasa.

56. Dengan zikir kesukaran akan diubah menjadi kesenangan. Setiap beban menjadi ringan dan semua bencana akan dilenyapkan.

57. Dengan zikir semua ketakutan dan kebimbangan akan dihindarkan. Zikrullah mempunyai kekuatan untuk melahirkan ketentraman dan menghilangkan ketakutan. Zikir memberikan kesan yang sangat dalam, semakin banyak berzikir akan semakin terasa ketentraman dan hilang segala ketakutan.

58.Di akhirat nanti, setiap amalan akan saling berlomba satu sama lain, dan dalam perlombaan itu nampak di paling depan adalah orang-orang ahli berzikir. “Apabila amal perbuatan manusia diganjar pada hari kiamat maka sebagian besar manusia akan menyesal sambil berkata “Alangkah baiknya jika dahulu aku memperbanyak amal yang paling ringan yaitu zikir”.

59. Orang-orang ahli zikir telah membenarkan Allah swt, sedangkan orang yang membenarkan Allah tidak akan dibangkitkan bersama-sam dengan orang yang mendustakan-Nya. Apabila seorang hamba mengucapkan Laa ilaaha illallaah, Allaahu Akbar, maka Allah Ta’ala berfirman, “Benarlah ucapan hamba-Ku, tiada Tuhan melainkan Aku dan Aku Maha Besar.”

60. Zikir adalah perisai dari neraka jahanam. Jika seseorang dimasukkan ke dalam neraka karena amal buruknya, maka zikir akan menjai perisai untuk melindungi dirinya. semakin banyak zikir ilakukan semakin kuatlah perisai itu.

61. Jika seseorang berzikir diatas sebuah gunung ataupun di tanah datar, maka tempat itu akan merasa amat bangga. Di dalam sebuah hadits isebutkan, “Gunung saling bertanya satu sama lain, “Adakah paa hari ini orang yang berzikir yang berlalu di atasmu?” Jika diberitahukan, “Ya, ada.” Maka ia merasa sangat bangga dan sangat gembira.

62 Dengan memperbanyak zikir seseorang dapat terlepas dari sifat munafik. Dalam menerangkan orang yang munafik, Allah SWT berfirman : “Mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit.” (QS. an-Nisa : 142) . Ka’ab Akhbar RA berkata, “Barangsiapa berzikir sebanyak-banyaknya, maka ia terpelihara dari kemunafikan.”

63. Jika zikir dibandingkan dengan amal-amal yang lain, maka zikir mengandung kenikmatan yang tidak didapati pada amal-amal lainnya. Seandainya zikir tidak memiliki fadhilah sekalipun, maka kenikmatan berzikir saja sudah sangan mencukupi. Malik bin Dinar berkata, “Tidak aa kenikmatan yang dirasakan seseorang melebihi kenikmatan berzikir.”

64. Wajah orang yang selalu berzikir akan nampak penuh kegembiraan di dunia dan di akherat cahaya wajahnya akan terlihat.

65. Selama lidah sibuk dengan zikir, selama itu lidah terpelihara dari perkataan yang sia-sia, dusta, mengumpat dsb. Karena lidah tidak bisa diam. Maka jika tidak digunakan untuk zikir akan digunakan untuk pembicaraan sia-sia. Demikan pula hati, jika tidak sibuk dengan mencintai sang Khaliq, maka ia akan sibuk mencintai makhluk.

66. Setan adalah musuh utama manusia, ia akan berusaha menggoda manusia agar berada dalam kegelisahan dan kegundahan dengan berbagai cara dan dari segenap penjuru. Apabila musuh manusia yakni setan selalu mengelilingi dan berlomba ingin membinasakannya, maka tidak ada cara lain untuk menghindarinya kecuali zikrullah.

Cukuplah apa yang telah diterangkan di atas. Bagi mereka yang mendapatkan Taufik-Nya, tentu mereka dapat mengamalkannya, tetapi bagi mereka yang tidak mendapat taufik-Nya, beribu-ribu fadhilah pun tidak akan memberikan faedah sama sekali…”….Dan tidaklah ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Kepada Allah aku bertawakal dan kepada-Nya aku kembali (QS. Hud :88).

Rasulullah pun telah bersabda, “Jika ada seseorang yang memiliki uang ditempatnya, ia membagikannya (dijalan Allah), dan seorang lagi sibuk dengan berzikir kepada Allah, maka orang yang berzikir kepada Allah itu lebih utama.” (HR. Thabrani)



(Sumber:http://mushollarapi.blogspot.com/2011/07/fadhilah-keutamaan-dan-kedudukan-orang.html)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar