Tempat-tempat Mustajab di Masjidil Haram

Sebagai masjid yang pertama kali dibangun di dunia, Masjidil Haram memiliki sejumlah keistimewaan. Di antaranya adalah dilipatgandakannya pahala shalat di tempat ini, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Selain itu di dalam kompleks Masjidil Haram terdapat sejumlah tempat yang istimewa untuk memanjatkan do'a. Berbagai riwayat menyebutkan do'a seorang hamba akan dikabulkan bila dipanjatkan di tempat-tempat tersebut, yaitu :

1. Multazam
Multazam
Multazam adalah tempat di antara Pintu Ka'bah dan Rukun Hajar Aswad. Secara harfiah Multazam bermakna tempat yang amat diperlukan. Tempat inilah yang dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai tempat yang paling mustajabah untuk berdo'a. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Multazam adalah tempat do'a yang mustajab (terkabul), tidak seorang pun hamba Allah yang berdo'a di tempat ini tanpa terkabul do'anya." Rasulullah sendiri kalau sampai di tempat ini langsung memanjatkan do'a.

Dalam Kitab Akhbar Makkah, diterangkan ketika Nabi Adam 'alaihi sallam selesai melakukan thawaf, beliau langsung shalat dua raka'at di depan pintu Ka'bah, kemudian berdiri di Multazam dan berdo'a.

Saat bermunajat di depan Multazam ini, jarang orang tidak meneteskan air mata di sini, terharu karena kebesaran Ilahi.

2. Hijir Ismail
Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah bangunan terbuka, berbentuk setengah lingkaran berada di sebelah sisi barat Ka'bah. Disebut Hijir Ismail karena merupakan tempat berteduh Nabi Ismail 'alaihi sallam dan Hajar.

Diriwayatkan ketika Ummul Mu'minin 'Aisyah radhiyallahu 'anha minta izin kepada Rasulullah untuk masuk ke Ka'bah dan shalat, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membawa 'Aisyah radhiyallahu 'anha ke Hijir Ismail lalu berkata, "Shalatlah kamu di sini kalau ingin shalat di Ka'bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka'bah." (HR. Tirmidzi).

Dalam buku Sejarah Kota Makkah disebutkan bahwa panjang Ka'bah adalah tiga meter ke arah Hijir Ismail. Dikarenakan adanya pemugaran oleh kaum Quraisy maka Ka'bah menjadi lebih kecil seperti bangunan sekarang. Panjang Hijir Ismail sekitar tujuh meter dari tembok Ka'bah sampai lengkung setengah lingkaran.

3. Maqam Ibrahim
Maqam Ibrahim
Jejak Telapak Kaki Nabi Ibrahim
Maqam Ibrahim adalah batu yang dipergunakan Nabi Ibrahim 'alaihi sallam untuk berpijakan ketika membangun Ka'bah. Pada batu ini terdapat bekas telapak kaki Nabi Ibrahim 'alaihi sallam. Disunnahkan shalat dua raka'at setelah selesai thawaf di belakang Maqam Ibrahim ini. Tempat ini juga merupakan salah satu tempat mustajabah untuk berdo'a.

Kendati demikian, secara umum keseluruhan tempat di Masjidil Haram adalah mustajabah untuk berdo'a. Bila do'a dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dan tidak bermaksiat, Insya Allah akan dikabulkan.

Perlu juga diketahui bahwa ada do'a yang dikabulkan Allah secara langsung, ada do'a yang akan dikabulkan ketika di akhirat nanti, serta ada pula do'a yang diganti dengan kebaikan atau rizki yang lain. Tentu harus difahami bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala mengetahui apa sebenarnya yang terbaik bagi hamba-Nya. Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya jika itu memang mendatangkan kemaslahatan dan bukan sekedar apa yang diinginkan oleh hamba-Nya.

Bagi seorang hamba kita hanya wajib menyakini bahwa do'a kita akan dikabulkan-Nya. Karena Allah sudah berjanji dalam Al-Qur'an, "Ud'uuni astajib lakum." Berdo'alah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.

Selain tiga tempat di Masjidil Haram di atas, juga terdapat tempat lain di Makkah yang mustajabah untuk berdo'a. Yaitu di bukit Safa dan Marwah, di Telaga Zam-Zam, di bawah Mizab (talang emas), di Padang Arafah, di Muzdalifah, Jabal Rahmah, dan di Mina.
Telaga Zam-Zam

Padang Arafah

Jabal Rahmah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar