CERAMAH RAMADHAN. Materi 2:

MARHABAN YA RAMADHAN
Oleh Drs. Ahmad Yani
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar
kamu bertaqwa (QS 2:183)
Beberapa minggu lagi kita akan kedatangan bulan Ramadhan 1425 H. Sebagai muslim, sudah seharusnya kalau kedatangan
Ramadhan tahun ini kembali kita sambut dengan penuh kegembiraan karena insya Allah, kesempatan menikmati ibadah Ramadhan kembali
kita peroleh. Target utama dari ibadah Ramadhan sebagaimana yang disebutkan pada ayat adalah semakin mantapnya ketaqwaan kepada
Allah Swt. Sebagai wujud dari rasa gembira itulah, Ramadhan tahun ini tidak boleh kita lewatkan begitu saja tanpa aktivitas yang dapat
meningkatkan ketaqwaan diri, keluarga dan masyarakat kita kepada Allah Swt. Maka, persiapan-persiapan kearah itu sudah harus kita
lakukan, baik secara pribadi maupun bersama-sama.
Ramadhan yang penuh berkah harus kita jadikan sebagai momentum untuk menyelamatkan masyarakat dengan melakukan
taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), baik dengan taubat, munajat dan menjalankan sejumlah peribadatan maupun dengan
khidmat yakni memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat agar kehidupan kita betul-betul dapat dirasakan manfaatnya bagi
orang lain dan perbaikan masyarakat dapat kita wujudkan dari waktu ke waktu, baik perbaikan diri, keluarga, masyarakat maupun bangsa
dan negara.
KLASIFIKASI PROGRAM
Sekurang-kurangnya, ada tiga klasifikasi program yang harus kita persiapkan. Pertama, tarhib atau menyambut Ramadhan dengan
mengkondisikan diri, keluarga dan masyarakat untuk menyambut dan mengisi Ramadhan yang mubarok dengan berbagai aktivitas yang
dapat memantapkan ketaqwaan. Secara pribadi ada beberapa hal yang harus dilakukan, Pertama, menjaga kondisi fisik agar tetap sehat
sehingga ibadah Ramadhan seperti puasa, tarawih, tilawah dll dapat kita laksanakan dengan baik, karena bila sakit amat sulit bagi kita untuk
melaksanakan berbagai aktivitas Ramadhan yang memang amat menuntut kesiapan fisik. Kedua, mengingat atau mengkaji kembali fiqih yang
berkaitan dengan ibadah Ramadhan sehingga pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik karena didasari pada pemahaman yang baik. Ketiga,
segera membayar atau mengqadha puasa yang dengan sebab-sebab tertentu tidak bisa kita laksanakan pada Ramadhan tahun lalu. Keempat,
mengkondisikan diri dengan menunaikan ibadah-ibadah yang sunat seperti puasa bulan Sya’ban, tadarus Al-Qur’an dan sebagainya. Kelima,
saling maaf memaafkan dengan sesama kaum muslimin sehingga dalam memasuki Ramadhan, dosa kita dengan sesama manusia sudah kita
4
hapus sehingga pada bulan Ramadhan hanya menyelesaikan dosa kepada Allah Swt, sehingga ketika Ramadhan berakhir dan tiba hari raya
Idul Fitri, kita benar-benar berada dalam keadaan fitrah atau suci.
Setelah mempersiapkan pribadi, mempersiapakan keluarga dan masyarakat untuk menunaikan aktivitas dan ibadah Ramadhan juga
harus kita lakukan. Diantara aktivitas yang bisa kita lakukan untuk mengkondisikan masyarakat untuk menyambut Ramadhan antara lain;
pemasangan spanduk dan stiker penyambutan Ramadhan dengan slogan-slogan yang menumbuhkan semangat beribadah Ramadhan
dengan segala aktivitasnya, menyelenggarakan tabligh akbar, membentuk panitia kegiatan Ramadhan di masjid, mushalla dan kerohanian
Islam baik di kantor, kampus maupun sekolah dan klub-klub seperti olah raga, kesenian dll dengan mencanangkan sejumlah program dan
sebagainya. Persiapan menyambut Ramadhan juga harus dilakukan oleh para pengelola media massa, baik cetak maupun elektronik dengan
menyiapkan acara dan rubrik Ramadhan yang berkualitas. Tegasnya semua pihak dari kaum muslimin harus mempersiapkan diri
menyambut kedatangan Ramadhan tahun ini dengan perencanaan yang matang, untuk itu mutlak keharusan pembentukan panitia kegiatan
Ramadhan agar aktivitas Ramadhan bisa dilaksanakan dengan baik.
Kedua, ihya atau menghidupkan Ramadhan dengan berbagai aktivitas yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, seperti puasa,
shalat tarawih dan witir, berdo’a, tilawah, tasmi’ (memperdengarkan) dan tadabbur Al-Qur’an, khataman Al-Qur’an, I’tikaf sepuluh hari
terakhir dan sebagainya. Disamping itu aktivitas Ramadhan juga harus dapat memperkokoh hubungan dengan sesama, seperti zakat, infaq
dan shadaqah, ifthor (buka puasa) bersama, bazar Ramadhan dan sebagainya. Yang juga amat penting adalah adanya upaya meningkatkan
kualitas dan kuantitas aktivitas da’wah, misalnya dengan penyelenggaraan ceramah tarawih yang harus ditentukan topik-topiknya agar tidak
tumpang tindih atau pengulangan yang terlalu berlebihan, dalam kaitan ini juga harus menetapkan pembicara atau penceramah yang tepat,
begitu juga dengan kualiah subuh dan ceramah zuhur di kantor-kantor. Pelatihan-pelatihan dalam rangka itu juga perlu diselenggarakan,
misalnya pelatihan khatib dan muballigh, pengelolaan perpustakaan masjid, manajemen masjid, mengurus jenazah, pengelolaan zakat,
pengelolaan baitul maal wat tamwil (BMT) dan sebagainya yang kesemua itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan pemakmuran masjid
dan sebagainya.
Ketiga, ba’da Ramadhan, yakni menindaklanjuti aktivitas Ramadhan sehingga Ramadhan tidak berakhir begitu saja tanpa sesuatu
yang berarti. Aktivitas ba’da Ramadhan yang dimaksudkan untuk memberikan bekas yang dalam antara lain menyelenggarakan takbiran
sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw, bukan takbiran yang hura-hura dan mengandung nilai kemaksiatan, melaksanakan
shalat Idul Fitri yang berlangsung secara khusyu, menyerukan atau mengingatkan kaum muslimin akan nilai-nilai Ramadhan yang harus kita
tindak lanjuti, memperkokoh silaturrahmi antar keluarga dan masyarakat muslim agar tumbuh dan dapat direalisasikan semangat
kebersamaan dalam menjalankan ajaran Islam, melaksanakan puasa sunat bulan Syawal dan memulai kembali aktivitas keislaman yang
dialihkan sementara kepada kegiatan Ramadhan.
Manakala sejak dini, aktivitas Ramadhan telah kita rencanakan dengan matang dan kita laksanakan pada waktunya dengan baik,
niscaya banyak manfaat yang kita peroleh dalam upaya menyelamatkan diri, keluarga dan masyarakat dari sejumlah krisis yang selalu
menghantui.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar