Masjid Nabawi Madinah

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah beliau dari Makkah ke Madinah.

Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah, yaitu di tempat unta tunggangan beliau menghentikan perjalanannya. Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman beliau.

Awalnya, masjid ini berukuran sekitar 50 m × 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam turut membangunnya dengan tangannya sendiri, bersama-sama dengan para sahabat dan kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah, sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penopangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka begitu saja. Selama sembilan tahun pertama, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu 'Isya, diadakan sedikit penerangan dengan membakar jerami.

Kemudian melekat pada salah satu sisi masjid, dibangun kediaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Kediaman Nabi ini tidak seberapa besar dan tidak lebih mewah dari keadaan masjidnya, hanya tentu saja lebih tertutup.

Selain itu ada pula bagian yang digunakan sebagai tempat orang-orang fakir-miskin yang tidak memiliki rumah. Belakangan, orang-orang ini dikenal sebagai "Ahlussufah" atau para penghuni teras masjid. Salah satu Ahlussufah yang juga sahabat Nabi yang terkenal adalah Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Keutamaan Masjid Nabawi dinyatakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana diterima dari Jabir radhiyallahu 'anhu: "Satu kali shalat di masjidku ini, lebih besar pahalanya dari seribu kali shalat di masjid yang lain, kecuali di Masjidil Haram. Dan satu kali shalat di Masjidil Haram lebih utama dari seratus ribu kali shalat di masjid lainnya." (Riwayat Ahmad, dengan sanad yang shahih)

Diterima dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa melakukan shalat di mesjidku sebanyak empat puluh kali tanpa luput satu kali shalat pun juga, maka akan dicatat kebebasannya dari neraka, kebebasan dari siksa dan terhindarlah ia dari kemunafikan." (Riwayat Ahmad dan Thabrani dengan sanad yang shahih)

Dari Sa’id bin Musaiyab, yang diterimanya dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak perlu disiapkan kendaraan, kecuali buat mengunjungi tiga buah masjid: Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjidil Aqsha." (Riwayat Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)

Berdasarkan hadits-hadits ini maka Kota Medinah dan terutama Masjid Nabawi selalu ramai dikunjungi umat Muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji atau umrah sebagai amal sunnah.


Raudhah


Salah satu bagian Masjid Nabawi terkenal adalah Raudlah (taman surga). Do'a-do'a yang dipanjatkan dari Raudlah ini diyakini akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Raudlah terletak di antara mimbar dengan makam (dahulu rumah) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Diterima dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tempat yang terletak di antara rumahku dengan mimbarku merupakan suatu taman di antara taman-taman surga, sedang mimbarku itu terletak di atas kolamku." (Riwayat Bukhari)

Makam Rasulullah


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dimakamkan di tempat meninggalnya, yakni di tempat yang dahulunya adalah kamar Ummul Mu'minin 'Aisyah radhiyallahu 'anha, isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian berturut-turut dimakamkan pula dua sahabat terdekatnya di tempat yang sama, yakni Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu ajmain.

Pemakaman Baqi


Karena perluasan-perluasan Masjid Nabawi, ketiga makam itu kini berada di dalam masjid, yakni di sudut tenggara (kiri depan) masjid.

'Aisyah radhiyallahu 'anha sendiri, dan banyak lagi sahabat yang lain, dimakamkan di pemakaman umum Baqi. Dahulu terpisah cukup jauh, kini dengan perluasan masjid, Baqi jadi terletak bersebelahan dengan halaman Masjid Nabawi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar