Marhaban Yaa Ramadhan.....

Saudara-saudariku dalam Islam, sejak minggu lalu kita telah diberkahi dengan tamu yang mulia, tamu yang penuh rahmat dan berkah. Setahun penuh telah berlalu dari kunjungan terakhirnya. Ia adalah tamu anda selama 30 (atau 29-ed) hari, dan (kini) dia berada di depan pintu kita menunggumu untuk membuka pintu agar dia dapat memenuhi rumah-rumah anda dengan berkah dan karunia Allah. Ia adalah tamu anda, saya dan seluruh kaum Muslimin. Dan kita memohon kepada Allah untuk memberikan kita kemampuan untuk bersikap baik selama kedatangannya dan dan memberkahi kita untuk mengambil manfaat dari kehadirannya.

Telah diketahui bahwa semakin anda mencintai tamu anda, semakin anda mempersiapkan diri untuk menyambutnya; semakin anda menghormati tamu anda; lelbih banyak rencana untuk menghiburnya atau membuat kunjungannya terasa nyaman. Dan jika tamu tersebut adalah seseorang dari keluarga dekat yang datang dari negeri yang jauh, maka kita pun bersiap-siap jauh sebelum kedatangannya; kita mengecat rumah, menata kembali ruang tamu dan namanya sering disebut-sebut. Dan jika tamu tersebut adalah seorang dermawan dan diketahui membawa hadiah yang tidak ternilai untuk seluruh anggota keluarga, maka hal itu menjadikannya seorang tamu yang luar biasa. Dan kita tidak sabar menantikan hadiahnya.

Tamu ini bukanlah seseorang yang mungkin menjadi beban bagi keuangan kita, atau menyebabkan kita kehilangan waktu dan harta. Bahkan tamu ini adalah tamu yang mulia – tamu yang penuh rahmat; tamu yang membawa kebahagiaan, yang tidak akan mengambil sesuatu pun dari kita, sebaliknya ia datang untuk memberikan kepada kita hal-hal yang berharga; hal-hal yang sangat kita butuhkan, hal-hal yang akan menjadi sumber keberntungan dan kebahagiaan kita. Saya dapat terus-menerus menyebutkan keutamaan tamu yang diberkahi ini namun waktu sangat terbatas. Maka saya persilahkan anda untuk merenungkan di waktu luang anda, keuntungan dan manfaat tamu yang berharga ini.

Tamu yang diberkahi ini tidak lain adalah bulan Ramadhan. Apakaha itu Ramadhan? Ramadhan itu sendiri adalah pelajaran untuk meningkatkan keimanan kita, menekatkan kita kepada Rabb dan untuk memudahkan kita untuk meraih segala hal yang akan mengantarkan kepada Surga. Ramadhan – madrasah iman dan takwa, di mana setiap lulusannya adalah pemenang.

Apakah anda mengetahui tamu lain yang lebih penting dari tamu ini? Apakah anda mengetahu ada tamu yang datang dengan begitu banyak kebaikan dan berkah? Apakah anda mengetahui ada tamu yang tinggal bersamamu selama satu bulan dan tidak memintamu untuk membelanjakan apapun bagi dirinya bahkan sebaliknya memberimu dengan (pemberian) yang sangat berlimpah? Marilah kita merenungkan beberapa saat dan mempersiapkan dengan baik dan benar-benar menjaga tamu ini. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kita di antara orang-orang yang memiliki Ramadhan sebagai hujjah bagi mereka dan bukan atas mereka, dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala membuka pintu-pintu Surga bagi kita. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kita taufik untuk menjalankan Shiyam (puasa) dan Qiyam, ihtisaaban (dengan mengharap pahala).

Saudara-Saudariku dalam Islam, marilah kita menyimak dengan penuh perhatian dan menarik manfaat dari perkataan ulama kita yang terhormat dan mulia. Hari ini bersama kita, telah hadir Syakh Abdullah bin Abdurrahman al-Ghudayaan, untuk memberikan kita nasihat mengenai bulan yang penuh berkah ini – mengenai bulan Ramadhan. Marilah kita menyimak dengan penuh perhatian agar dapat memperoleh manfaat dan semoga hal ini dapat menolong kita untuk mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari tamu (Ramadhan-ed) ini.

(Artikel ini dinukil dari transkirp pengantar kajian yang dibawakan oleh moderator sebelum Syaikh Gudhayan membawakan materi kajian mengnai "Waktu Niat". Tramkrip kajian Syaikh rahimahullah insya Allah akan menyusul

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar