The Great Personality, Imam Ahmad bin Hanbal

Profile of Courage, Imam Ahmad bin Hanbal
(Series of lectures by Syaikh Shafi Khan, Imam Masjid Daar as-Salaam, US)


Berikut ini adalah kisah, satu bagian dari perjalanan hidup seorang Imam Ahlus Sunnah. Sepenggal kisah yang memberikan gambaran jelas, bagaimana Allah senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang menolong agama-Nya; Bagaimana kekuatan iman dan takwa seseorang bisa mengalahkan tirani; Bagaimana kesabaran dalam menghadapi cobaan demi cobaan berbuah manis, dan mencatatkan namanya dengan tinta emas dalam sejarah, yang kebaikannya senantiasa disebutkan oleh manusia sepanjang masa.

Ketika pemikiran Mu’tazilah menyebar luas dan menguasai pemerintahan Islam ketika itu, beliau berdiri tegak dengan keimanan menjulang layaknya gunung yang tak tergoyahkan oleh apapun. Ketika para ulama lain memilih untuk menyingkir, atau berkompromi karena tidak tahan diterpa siksaan yang luar biasa kejam dari penguasa yang zalim, sang Imam tidak bergeser sedikit pun dalam mempertahankan aqidah Ahlus Sunnah, bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah.

Dialah Imam Ahlus Sunnah, yang kekuatan doanya mengetuk langit ke tujuh meminta Allah agar mengakhiri kezaliman Al-Makmun, sang penguasa saat itu, dan Allah mengirimkan malaikat pencabut nyawa mengakhiri kehidupan Al-Makmun.

Dialah lautan ilmu, yang dengan kefasihannya mampu membungkan barisan ‘ulama’ Mu’tazilah yang berdebat dengannya.

Dialah sosok yang tawadhu dan taqwa, yang keteguhan, ketabahan serta kesabarannya seolah menghapus semua penderitannya, menjadikan setiap cobaan demi cobaan terasa ringan baginya.
Dalam rangkaian kajian ini, pemateri mengajak kita untuk belajar dari kisah Imam Ahmad, pada keteguhan beliau membela aqidah Ahlus Sunnah, tidak perduli beratnya siksaan yang harus dihadapi. Sungguh berbeda jauh dengan kondisi kita di zaman sekarang ini, Sebagian kita bahkan malu menampakkan keislaman kita. Para wanita muslimah yang lebih memilih mengikuti trend orang-orang kafir dalam berbusana, dan enggan menunjukkan keislamannya dengan menutup aurat, bukan karena tidak mengetahui kewajibannya, akan tetapi rasa malu yang menahannya. Banyak di antara kita yang kemudian surut melangkah, karena persoalan dunia menahan kita. Saya, dan barangkali juga anda, mungkin terjebak dalam situasi yang serupa. Sesungguhnya kajian-kajian seperti ini, kisah-kisah dari para pendahulu yang shalih, semoga bisa memulihkan semangat kita untuk teguh di atas Islam dan Sunnah.

Mendengakan kisah ini, seolah membawa ke masa lalu, menyaksikan satu episode perjalanan hidup sang Imam, ketika harus berpindah dari satu daerah ke daerah lain, satu penjara ke penjara lain, dan berlanjut dari satu khalifah ke khalifah yang lain. Bagaimana tubuh lemah beliau bersimbah darah dan punggungnya hampir tidak menyisakan ruang sedikitpun, kecuali melepuh dan koyak karena cambukan. Mendengarkan kisah ini, kita akan menyaksikan, bagaiman kekuatan iman bisa mengalahkan segalanya. Dialah Abu Abdillah, Imam Ahmad bin Hanbal, pahlawan pembela sunnah, tokoh idola yang sebenarnya. Bukan bintang pujaan yang berlaga dalam film-film dusta, juga bukan dongeng yang menghiasi novel-novel picisan.

Silahkan simak (English only):
Bagian I

Bagian II

Bagian III


Bagian IV

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar