Baca Tempatmu Kelak di Akhirat Sebelum Engkau Meledakkan

udul: Baca Dulu Tempatmu di Akhirat Ssebelum Engkau Meledakkan
Pemateri: Ustadz Abu Zubair al-Hawary, Lc.
Sumber: arribaath.com (Rekaman Kajian Juli, 2009)
Durasi: 0!) 431:50, 753 MB, dan 02) 43:199, 7.44 MB


Menarik! Sebuah kata yang pantas untuk judul buku yang menjadi pembahasan dalam kajian ini. Sudah semestinya, para pelaku aksi-aksi teror di negeri ini dan di belahan dunia lainnya, yang mengatasnakan Islam dan jihad, untuk menimba ilmu terlebih dahulu bagaimana jihad yang sesungguhnya di dalam Islam, sebelum melancarkan aksi-aksi yang memakan korban tidak sedikit dan bahkan menciderai citra Islam dan menimbulkan fitnah di tengah-tengah kaum Muslimin.

Masih jelas dalam ingatan kita bagaimana aksi teror yang baru saja terjadi di negeri ini oleh orang-orang yang meyakininya sebagai jihad, dan pelaku bom bunuh diri yang meyakini dirinya akan mati syahid dan masuk surga! Padahal Islam berlepas diri dari aksi-aksi kekerasan serupa.

Yang lebih memprihatinkan lagi, sebagaiann kaum Muslimin yang tidak paham lalu beranganggapan bahwa penampilan atau sikap mereka dalam beberapa hal sebagai ciri-ciri khusus yang dinisbatkan kepada para pelaku teror atau orang-orang yang berada dalam jaringan mereka. Sebagai akibatnya, orang-orang yang bersungguh-sungguh berusaha untuk menghiudpkan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, melalui adab dan cara berpakaian, seperti janggut atau dengan wanita-wanita yang berjubah panjang atau cadar, dan lain-lain yang kebetulan juga terdapat pada para pelaku teror, dipandang dengan mata penuh curiga.

Baca tempatmu di akhirat kelak sebelum engkau ledakkan! Bagaimana bisa dikatakan syahid dan masuk surga, sedangkan Allah telah mengharamkan darah seorang Muslim ditumpahkan? Padahal dalam aksi-aksi teror tersebut, mereka tidak mengecualikan korban dari kaum Muslimin! Bagaimana bisa dikatakan sebagai jihad dan pelaku teror dikatakan syahid dan masuk surga, sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang membunuh seorang kafir mu’ahad (yakni orang kafir yang mengikat perjanjian keamanan dengan seorang Muslim atau kaum Muslimin –red) maka dia tidak akan bisa mencium bau surga dan sesungguhnya baunya itu bisa tercium dari jarak perjalanan 40 tahun” (HR Bukhari)


Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang kaum Muslimin untuk menakut-nakuti muslim lainnya meskipun hanya sekedar bercanda, apalagi jika benar-benar menyebarkan teror yang membahayakan jiwa dan harta?

Kajian ini membahas beberapa hadits yang berkenaan dengan hal tersebut secara gamblang disertai fatwa-fatwa Ulama Besar di Arab Saudi mengenai aksi teror di berbagai belahan dunia, yang tidak menyisakan keraguan bagi pendengarnya, bahwa Islam berlepas diri dari aksi-aksi teror yang mengatasnamakan Islam dan jihad. Sungguh, bacalah dulu tempatmu di akhriat kelak, sebelum engkau meledakkan...!
Baca Tempatmu Kelak di Akhirat 01
Baca Tempatmu Kelak di Akhirat 02

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar