Muqaddimah Asmaul Husna Ibtidak Asmaun Nabi Hizzib Do'a Qasidah Burdah Qasidah Haiyah
Istighfar 1 Istighfar 2 Alfatihah Shalawat Nabi Na'at Nabi Assalamu'alaika Balaghal Ula Shalla 'Alaikallahu Ya 'Adnani Ya Arhamarrahimin Qashidah
MAKTABAH
File Jar File Sisx

Ilmu Nahu (Jurumiah)


PENDAHULUAN :
عَلْمُ النَّحْوُ =
علم

Ilmu nahwu ialah : Suatu ilmu dengan mempunyai kaidah-kaidah yang bisa diketahui olehnya setiap bentuk kalimah bahasa arab hal- ihwalnya, baik pada kata demi kata, maupun pada susunan kalimatnya

Ilmu nahu sangat penting kedudukanya, bahkan jadi dasar bagi setiap orang yang akan memahami bahasa arab.

Kita tahu bahwa, pada setiap bahasa menjadi cara pemakaiyan yang tersendiri, termasuk didalamnya bahsa arab.

Alat pertama untuk dasar mempelajari dan memahami kaidahnya , adlah ilmu nahu.

Dengan jalan memmplajari ilmu nahu walaupun masih memerlukan ilmu-ilmu lannya.

Al-quran dan Al-Hadits sebagai pokok dasar utama pegangan ummat islam dan ilmu-ilmu lainnya yang berhubungannya, kebiasaan dan kebanyakan di susun oleh para ulama islam dalam bahasa arab

Oleh karenanya para ulama berpendapat , hokum mempelajari ilmu nahu adalh FARDLU KIFAYAH Bgi setiap kelomok lingkungan ummat islam dan FARDLU A”IN Bagi setiap orang yang akan langsung memplajari isi (Tafsir) Al-quran dan Al-Hadits.

Selain dari pada itu ilmu hau diperlukan juga untuk menjaga salahnya pembacaan, yang terkadang sering menimbulkan salah maksud (Mengubah makna) menyimpang dari tujuna semula.

Sayidina Abu Bakar As-siddiq RA berkata :

” Sebenarnya aku baca dan terperosok lidah dalam bacaan itu, lebih senang bagiku dari pada aku baca dan pembacaannya salah”

Kemudian didalam memberikan definisi/ Ta’rif ilmu nahu , para ulama NAHWIYIN sedikiit ada perbedaan, namun walupun ada perbedaan maksudnya tidak berjauhan, bahkan saling melengkapi antara satu dan yang lainnya diantaranya :
1. Ilmu nahu ialah, Suatu ilmu yang mempelajari keadaan susunan bahasa arab darisegi I’rob dan Bentuk kata
2. Ilmu nahu ialah, Suatu ilmu yang bisa diketahui olehnya segala keadaan kalimat dari segi perubahan susunannya.
3. Ilmu nahu ialah, Suatu ilmu yang menjadi landasan untuk bisa diketahui benarnya susunan kata itu dan salahnya.
4. Ilmu nahu ialah , suatu pendapat yang tertulis pada pokok pelajaran diatas.

BAB PERTAMA
I. (Pasal) TA’RIF
1. KALAM
(ta’rif)
” Kalam ialah, ucapan yang tersusun, yang mempunya arti lengkap (Sempuurna) yang pantas diam atas kata kata itu seperti : () ” Hamid memukul anjing “
2. KALIM (B arab)
(ta’rib)
” Klim ialah, kata kata yang tersusun dari tiga kata atau lebih banyak seprti : ( contoh ) ” Jika engkau menolonh agama allah
3. KALIMAH (B arab)
(ta’rif)
” kalimah ialah ucapan yang dibentuk untuk mempunyai arti yang tersendiri, seperti : (contoh)
4. KAOL ( B arab)
(ta’rif)
” kaol ialah setiap kalam, kaliam kalim dan kalimah “
_______________________________
Keterangan :
Dalam susunan bahasa arab, dilihat dari segi kata , terjadi beberapa tingkat
A. Tingkat kalam, ialah susunan kata yang legkap, cukup memberi arti kepada si pendengar, sehingga sampai akhir kata itu dapat dijadikan satupun. Contoh seperti diatas Atau contoh yang lainnya (B arab) ” segala fuji bagi allah yang mengurus sekalipun alam. “
Dalam dua contoh ini, cukup merupakan susunan kata yang lengkap maka dapat dipahami oleh setiap pendengar.
Susunan kata yang demikian disebut kalam atau disebut pula JUMLAH MUFIDAH (B arab)

B. Tingakat kalim, ialah susunan kata yang berdiri dari kalimah HARAF, FI”LIYAH, DAN ISIM, walaupun kalimatnya lebih dari tiga kalimat dan tidak diperhitungkan susunan katanya lengkap atau tidak Contoh eperti (B arab),
(B arab), Kalimah Haraf, (B arab) kalimat fi’il (B arab), kalimat isim. Kumpulnya ketiga kalimah ini walaupun belum mempunayai arti yang lengkap bisa disebut kalim.
Atau ketiga kalimah dengan mempunyai arti lengkap seperti contoh : (B arab), ” sungguh telah tersedia bagimu, pada diri Rasulullah itu toladan yang sangat baik “
Pada contoh in sudah mempunyai cukup lengkap susunan kata yang dapat di pahami, dan di sana terkumpul disetiap kalimah ialah (B arab), kalimah haraf (B arab), kalimah fi’il (B arab), kalimah haraf dan isim, (B arab), kalimah haraf JAR. (B arab), dua kalimah isim, Susunan kalimah yang demikian disebut : Kalim dan bisa juga Kalam.

C. Tingkat Kailmah, ialah setiap bentuk kata yang mempunya arti tersendiri seperti (B arab), kalimah isim, (B arab), kalimah fi’il (B arab), kalimah isim (B arab), kalimah haraf dan sebagainya

D. Tingkat kaol ialah, meliputi keseluruhannya, tiap kalam disebut kaol, tiap kalim disebut kaol, da setiap kalimahpun disebut kaol

II. (Pasal) Pembagian kalimah
Kalimah terbagi menjadi atas tig bagian :
1. Kalimah isim (B arab),
2. Kalimah Fi’il (B arab),
3. Kalimah Haraf (B arab),

1. TA’RIF KALIMAH ISIM (B ARAB),
” kalimah isim ialah, setiap kalimah yang menunjukan kepada satu arti yang tersendiri dengan setu pengertian dan tidak mengandung waktu, ” seperti (B arab), nama seseorang, (B arab), Nama suatu benda yang tumbuh dibumi, (B arab), Nama benda yang merupakan cairan,

Kalimah isim dilihat dari karakter jumlah terbagi atas beberapa bagian :
A. Isim mufrod (B arab),
Ta’rifnya : (B arab),
” Kalimah yang menunjukan kepada satu, seperti (B arab) ” seorang wanita, (B arab) seorang laki-laki, (B arab) suatu gunung.
B. Tasniayah (B arab),
Ta’rifnya : (B arab),
” Kalimah isim yang menunjukan kepada 2 (dua), dengan ditambahnya Alif dan Nun Atau ditambaha Ya dan Nun, Seperti : (B arab), atau (B arab), dan (B arab),
C. Jama (B arab),
Ta’rifnya : (B arab),
” Klaimah isim yang menunjukan kepada yang lebih dari dua, dengan jalan dirubahnya dari bentuk Mufrodnya seperti : (B arab), dari ucapan (B arab), (B arab), dari ucapan (B arab), dan sebagainya
___________________________
Keterangan :
Kata kalimah, dapat juga di baca juga kalimat, menurut kebiasaan.

Sejumlah kalimah (kata dalam bahsa Indonesia) dalam bahasa arab, hanya ada tiga macaam sukukalimat (kata), ialah kalmia isim, fi’il, dan haraf

Kalimah isim sering disebut kata benda, atau kata-kata yang mempunyai arti terlepas dari waktu seperti : (B arab), menunjukan nama seseorang, (B arab), manusia, menunukan nama satu jenis makhluk hidup dibumi ini dan sebagainya.

Kalimat Fi’il Sering disebut kata kerja, atau kata-kata yang mempunyai hubungan dengan waktu. Seperti : (B arab), Sudah membuka, (B arab), sedang atau akan terbuka : Tetapi kalimah (B arab),atau (B arab), berarti satu kali buka,an . kalimat ini sudah bukan kalimah fi.il lagi, tapi disebut kalimah isim karena terlepas dari waktu ( tidak ada hubungan dengan sudah dan sedang atau akan ) seperti diambil dari kata-kata : (B arab), Saya membuka pintu, satu kali buka;an .
Kata telah membuka , berarti mempunyai waktu (sudah), tetapi kalimah, Satu kali buka’an. Merakan keterangan dari pekerjaan itu. Maka karenanya (B arab) disebut isim saja.

Kalimat haraf, sering disebut kata penghubung atau kata pelengkap seperti : (B arab), ” ” kitab itu berada dirumah “. (B arab) kalimah isim, (B arab) kalimah isism penghubungnya kalimah (B arab), “di” , adalah kalimah haraf. Contoh yang yang lain (B arab), ” saya telah membeli dengan harga serupiah ” (B arab) kalimah fi’il, (B arab), (B arab) kalimah isim dlomir, (B arab) kalimah haraf (sebagai pelengkap). (B arab) kalimah isim.

Kalimah isim Mufrod, yaitu isim yang menunjukan kepada satu, baik satu yang berarti tunggal, maupun satu yang meruaka jenis, seperti : (B arab) nama seorang laki-laki, (B arab) seorang perempuan, (B arab) seorang laki-laki dan lain sebagainya.

Kalimah tasniyah, yaitu kalimah yang menunjukan kepada dua, sesudah ditambahnya Alif dan Nun atau Ya dan Nun seperti : (B arab), dan (B arab), Tetapi kalu dzatiahnya kalimah itu mengandung arti dua tidak bisa disebut isim tasniyah, karma arti duanya itu bukan karma ditambah alif dan Nun seperti kalimah : (B arab), atau (B arab), dua kalmia ini disebutnya kalimah isim Mufrod saja karma dilihat dari segi bentuk kalmihnya

Jama taksir ialah, kalimah yang menunjukan pada banyak, setelah dirubah/rombak dari bentuk kalimah mufrrod . Jama taksir ini terbagi menjadi dua bagian :
1. Jama taksir killah (B arab), ” yang menunjukan pada bilangan muali dari tiga sampai sepuluh (yang kita gunakan dengan sebutan beberapa).
Wazan (B arab), Jama taksir killah ada 4 (empat) :
a. (B arab) seperti : (B arab),
b. (B arab) seperti : (B arab),
c. (B arab) seperti : (B arab),
d. (B arab) seperti : (B arab),
2. Jama taksir kasroh (B arab) ialah jama yang menunjukan kepada yang banyaknya lebih dari 10 (sepuluh) keatas

Wajan jama taksir kasroh itu selain dari yang empat tadi, dianteranya
e. Wajan (B arab) seperti (B arab) jama dari kalimah (B arab) atau (B arab).
f. Wajan (B arab) seperti (B arab) jama dari kalimah (B arab) atau (B arab). Jama dari (B arab)
g. Wajan (B arab) seperti (B arab) jama dari kalimah (B arab) atau (B arab). Jama dari (B arab)
h. Wajan (B arab) seperti (B arab) jama dari kalimah (B arab) atau (B arab). Jama dari (B arab)
i. Wajan (B arab) seperti (B arab) jama dari kalimah.
j. Wajan (B arab) seperti (B arab) jama dari kalimah (B arab) atau (B arab). Jama dari (B arab)
Serta masih banyak juga Wazan- Wazan yang lainnya
_______________________
D. Jama muannas salaim (B arab)
Ta’rifnya : (B arab)
” Jama muannas salim ialah isim yang menunjukan kepada banyaknya lebih dari dua, dengan tambahan Alif dan Ta seperti : (B arab) (B arab) (B arab) dan sebagainya.
E. Jama mudzakar salim (B arab)
Ta’rifna (B arab)
” jama mudzakar salimialah isim yang meenunjukan jepada yang lebih dari dua, dengan tambahan Wawu dan Nun atau Ya dan Nun, seperti : (B arab) (B arab) (B arab) (B arab)
F. Isim Lima (B arab)
” Yang disebut isim lima itu ialah (B arab) (B arab) (B arab) (B arab) (B arab)
________________________
Keterangan :
ISIM MUFROD YANG DIJAMAKAN KEPADA JAMA MUDZAKAR SALIM ADA DUA BAGIAN :
A. Isim jamid (B arab) ialah yang tidak ada Tasrifannya.
B. Isim Sifat (B arab) ialah yang mengandung arti sifat.
Syarat jama mudzakar salim dari isim jamid :
1. (B arab) ” Nama,”
2. (B arab) Menunjukan pada arti laki-laki,
3. (B arab) Berakal
4. Kosong dari Ta ta’nis (B ara), concoh seperti : (B arab) jadi (B arab), (B arab) jadi (B arab), kedua duanya Nama.

Syarat jama mudzakar salim dari Sifat, :
1. Sifat (B arab)
2. Mudzakar
3. Berakal
4. Kosong dari Ta ta’nis, concoh seperti : (B arab) dari kalimah (B arab), yang berdosa (Sifat) atau (B arab), dari kalimah (B arab) ” yang berserah diri (Sifat).
Sedangkan kalimah (B arab) ” jama muannas salim kalimat mufrodnya dari (B arab) memakai Ta ta’nis, dijamakannya ditambahkannya Alif dan Ta, Kemudian Dibuang Dibuang Ta Yang akhir Elatnya/Alasanya supaya tidak terkumpul dua ta ta’nis dalam satu kalimah, maka jadi (B arab) begitu pula kalimah (B arab) dll.

Isim jama mudakar salim dari isim jamid yang tidak memenuhi syarat seperti bukan Alam (B arab), Jika seperti jama mudakar salim dalam bentuk kalimah nya, tetap tidak dibisa disebut jama mudzakar salim tetapi disebutnya MULHAK JAMA MUDZAKAR SALAIM, seperti kalimah : (B arab) (B arab) (B arab), sampai (B arab). Dan kalimat (B arab) (B arab) (B arab) (B arab) (B arab) kesemuanya ini disebutnya Mulhak jama mudzakar salim.

Catatan :
Perbedaan kalimah jama mudzakar salim dan isim tasniyah dilihat dari segi I’rob Nasobnya, dibedakan oleh Harkat / baris sebelum Ya yang terakhir :
Jam mudzakar dikasrohkan sebelum Ya di Fathahkan Huruf Nunnya seperti dibaca : (B arab) Sedangkan tasniahnya Sebaliknya dari Isim jam Mudzakar ialah di Fathahkan Yanya dan Di kasrohkan Huruf Nunnya. Contoh seperti (B arab) dan begitu pula ketika di Irob Chofadlkan (I’rob Jar).

Isim Lima (B arab)
Syarat muthlaq untuk bisa disebut isim lima yaitu ada 4 (Empat) :
a. Harus di idldofatkan kepada kalimah yang lain
b. Tiadak boleh di idlofatkan dengan Ya mutaklim.
c. kalimahnya nutuhtidak di tasygir (B arab). Tasygir ialah diubah kepada wazan (B arab) seperti (B arab) dari kalimah (B arab)
d. Tetap Mufrod, Tidak ditasniahkan dan dijamakan, contoh seperti (B arab), (B arab) (B arab) (B arab) sedangkan kalimat (B arab) harus mempunya arti (kepunyaan) contoh seperti (B arab), ” punya harta.” (B arab) ” punya jasa.
Jika memenuhi syarat-syarat tadi baru disebut isim lima.

2. KALIMAH FI’IL DAN PEMBAGIANNYA
Ta’ri kalimah Fi’il : (B arab)
” Kalimah fi’il ialah kalimah yang menunjukan kepada satu arti yang tersendiri denagn satu pengertian , dan waktu termasuk sebagian dari pada pengertiannya

Al Jurumiah.exe


Terjemahan Al Jurumiah


Category:

1 comments:

rossi ducati mengatakan...

makasih banget ea pak ustad ijinkan q membacanya supaya bermnfaat dunia akhirad amin

Poskan Komentar

Search Terms :